Seputar Tentang Penyakit Asma

Penyakit AsmaKetika penyakit asma melanda, biasanya pengidap akan mengalami kesukaran dalam bernafas. Penyakit asma pada umumnya memang ditangani dengan obat semprot dari dokter atau menggunakan produk-produk herbal. Namun, hal yang perlu pengidap asma tahu bahwa selain dari pada itu, penyakit asma bisa juga diatasi dengan pengobatan tradisional yaitu seperti salah satunya dengan menggunakan tanaman rempah jahe.

Sebagaimana hasil dari sebuah penelitian yang dikerjakan New Columbia University mengungkapkan bahwa rempah jahe mempunyai sifat alami buat meringankan pengetatan pada tabung bronkial yang terjadi pada serangan penyakit asma. Rupanya serangan asma membatasi aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru.

Berdasarkan hasil penelitian, jahe mampu berfungsi sinergis dengan beta-agonist dalam melebarkan paru-paru yang menyempit. Rupanya senyawa yang terkandung didalam jahe mampu melegakan gejala asma jika digunakan dengan beta-agonist.

Anda juga bisa memadukan jahe dengan madu. Jahe dan madu amat bagus dan aman tanpa efek samping. Karena, madu telah dipercaya dari dulu, mampu membantu membersihkan dan menjaga sistem pernafasan dari lendir. Rempah jahe sendiri bekerja buat menyetopkan peradangan dan lendir dari saluran pernafasan.

Untuk mengambil khasiat ampuh dari jahe buat mengobati asma, Anda bisa melakukannya dengan cara memarut jahe dan merebusnya dengan air hingga mendidih. Kemudian angkat dan diamkan sejenak hingga hangat, lalu tambahkan madu dan aduk rata. Sesudah itu, minumlah minuman sehat ini dengan rutin.

Jenis Penyakit Asma Yang Perlu Diketahui

  • Asma intermiten ringan. Gejalanya dapat terjadi cuman sesekali. Jenis asma ini diobati sesuai kebutuhan dengan obat hisap, seperti albuterol, yang memperlebar saluran udara.
  • Asma persisten ringan. Gejala yang muncul ringan, tapi terjadi secara teratur/sering. Jenis asma ini dapat diobati dengan pemakaian sehari-hari steroid inhalasi, bersama dengan albuterol jika gejala berlangsung. Steroid inhalasi sudah terbukti mampu mengurangi resiko serangan tiba-tiba dan rawat inap, dan mengurangi kebutuhan pada albuterol. Obat umum steroid yang di hirup tercakup budesonide, fluticasone, beclomethasone dan triamcinalone.
  • Asma persisten sedang. Gejala yang muncul lebih berat dan terjadi dengan teratur. Jenis asma yang satu ini dapat diobati dengan dosis harian steroid inhalasi yang meningkat, selain obat lain ( contohnya, salmeterol, teofilin, montelukast dan kromolin ) serta albuterol ketika serangan tiba-tiba. Kegagalan buat mengendalikan gejala dengan memakai 2 dari obat tersebut menunjukan individu mungkin mempunyai asma berat / kemungkinan diagnosis lain.
  • Asma berat. Asma berat membutuhkan dosis tinggi steroid inhalasi / steroid oral, bersama dengan obat pengontrol lainnya. Jenis penyakit ini serius, dan kemungkinan pengidap kerap membutuhkan rawat inap.

Baca juga Obat Alami Asma Paling Mujarab

Faktor Resiko Asma

Pada kalangan anak-anak, penyakit asma lebih kerap dialami oleh anak laki-laki. Diantara orang dewasa, penyakit ini paling sering menerjang kaum perempuan berusia 40 tahun ke atas.

Faktor Resiko Asma Lainnya, mencakup :

  • Penyakit alergi lain ( contohnya, eksim / alergi makanan )
  • Faktor lingkungan & pekerjaan, termasuk asap rokok, tungau debu, bulu hewan, tanaman, serbuk sari, bahan kimia, enzim, jamur dan logam.
  • Riwayat keluarga. Sekitar 75% anak-anak dengan 2 orang tua pengidap asma juga mempunyai asma.
  • Sebuah penelitian besar, Nurses’ Health Study II, mengabarkan bahwa perempuan dengan indeks massa badan tertinggi mempunyai resiko tertinggi terkena asma. Yang paling gemuk mempunyai resiko hampir 3x ketimbang dengan individu dengan berat tubuh normal. Studi lainnya juga menunjukan penurunan keparahan asma dan kontrol buat mereka yang sudah menurunkan berat tubuhnya.

Source : www.nhlbi.nih.gov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *